Pada hari Minggu, 25 Desember 2022 telah diadakan pelatihan pengelolaan sampah. Pelatihan yang diadakan di Balai Desa Racitengah mengangkat topik "Mengubah sampah Organik menjadi Cairan Multi Guna" yang disampaikan oleh Tim REEI Gresik (Relawan Eco Enzyme Indonesia). Pelatihan ini diikuti oleh seluruh ibu-ibu PKK desa Racitengah.
Seperti yang kita tahu produksi sampah setiap harinya sangat banyak, terutama sampah rumah tangga atau sampah dapur. Sampah dapur yang biasanya ditumpuk, dibakar, dibuang dan berakhir di TPA ternyata dapat dimanfaatkan untuk hal yang berguna salah satunya dengan pembuatan Eco Enzyme. Produk Eco Enzyme berbentuk cairan yang merupakan fermentasi dari limbah dapur organik, seperti ampas buah, sayuran, gula, dan. Pemanfaatannya hanya digunakan untuk pemakaian luar seperti pengganti sabun cuci piring, pupuk organik, anti radiasi, detox tubuh, face mist, bahkan pembersih udara (air purifier), dan masih banyak lagi dengan dosis pemakaian tertentu.
Pelatihan ini disambut baik oleh masyaraka karena membuka wawasan baru tentang pembuatan eco enzyme. hal itu dibuktikan dengan antusias masyarakat dalam bertanya kepada narasumber.
Tim REEI Gresik juga mendemonstrasikan cara pembuatan Eco Enzyme dan diikuti oleh masyarakat.
Pembuatan larutan eco enzyme ini cukup sederhana tetapi memerlukan ketelitian. caranya adalah mencampurkan air, gula sisa buah, atau sayur yang sudah dicuci bersih ke dalam wadah tertutup. Perbandingan antara sampah organik, gula, dan air adalah 3:1:10. Misalnya 300 gram sampah organik, 100 gram gula, dan 1 liter air. Gula yang dimaksud adalah gula merah dengan kualitas terbaik. karena jenis gula dapat mempengaruhi kualitas produk eco enzyme yang dihasilkan.
Setelah semua bahan tercampur, wadah tertutup harus disimpan di tempat kering dan sejuk. Pada minggu pertama penutup wadah harus dibuka setiap hari. hal ini berfungsi untuk menghilangkan gas hasil fermentasi. Kemudian pada minggu ke dua, dan ke tiga penutup wadah harus dibuka dua hari sekali, dan tutup terus sampai tiga bulan penyimpanan sebelum siap dipanen. Eco Enzyme yang berhasil akan berwarna cokelat tua dengan bau seperti cuka. Jika Eco Enzyme sudah jadi, maka saring dan simpan dalam suhu ruang untuk digunakan sesuai keperluan
Tim REEI Gresik juga menyampaikan bahwa aroma eco enzyme tergantung pada bahan organik yang digunakan, misalnya kulit jeruk. kulit jeruk dapat menambah aroma harum pada produk eco enzyme. sampah kulit bawang merah ataupun bawang putih tidak dapat digunakan untuk pembuatan eco enzyme. hal ini dikarenakan bawang dapat mematikan bakteri pengurai dan menghambat proses fermentasi.
Kepala Desa Racitengah Bapak Abdul Rozak berharap pelatihan ini dapat menjadi ide usaha kreatif dan kewirausahaan masyarakat. dan tentunya dapat mengurangi sampah organik di lingkungan desa Racitengah. Sehingga lingkungan Desa kita bersih, nyaman, dan sehat.